Menu2

Wednesday, April 29, 2020

Seni Tari Nusantara

SENI TARI NUSANTARA

Tarian nusantara banyak ragamnya. Setiap tarian memiliki ciri khas daerah masing-masing. Ciri-ciri itu bisa dilihat dari ragam geraknya, musik pengiring, tata rias, tata busana maupun fungsinya. Hal ini tentu saja sesuai dengan ciri khas daerah yang meliputi faktor alam, sosial dan kebudayaan. Apabila kita menonton sebuah pertunjukan tari dari suatu daerah maka kita akan melihat keunikan atau ciri khas tersendiri dari tarian tersebut. Misalnya masyarakat yang tinggal di daerah pantai memilki ciri gerak tari yang dinamis, keras dan romantis. Masyarakat yang tinggal di daerah dataran tinggi mimiliki ciri gerak ekspresif, misteri penuh makna. Sedangkan masyarakat yang tinggal di daerah dataran rendah memiliki gerak tari yang emngalun lembut dan estetis. Gerak dasar tari daerah menjadi pembeda antara tari daerah yang satu dengan daerah yang lain. Misalnya gerak kaki, langkah kaki, gerakan tangan, gerakan pundak, pandangan mata penari maupun gerak badan.
Nusantara menyimpan aneka jenis tari yang tersebar di wilayah budaya etnik/daerah. Sejak dulu masyarakat
Indonesia sangat akrab dengan tari-tarian.



 A. CIRI KHAS TARI NUSANTARA
1.    Ciri-ciri tari daerah Sulawesi
Di Sulawesi Selatan kebanyakan peragaan tari dilakukan oleh penari perempuan secara berkelompok. Di Suawesi selatan hampir tidak ada tarian yang diperagakan secara berpasangan. Ciri gerakannya indah, lemah gemulai dan bermakna. Iringannya keras dan tegas. Pola lantai yang digunakan sederhana namun bermakna, sejajar, melingkar dan bersap-sap.
Hasil gambar untuk tari nusantara pagellu  Hasil gambar untuk tari  cakalele
Tari Pegelu                                                      Tari Cakalele
a.    Tari Pagellu
Tari Pagelu berasal dari tanah Toraja. Tarian ini di pentaskan pada upacara-upacara perayaan, seperti pernikahan, panen, peresmian rumah adat tongkonan, menyambut para pejuang sepulang perang yang membawa kemenangan.
Tari Pagellu menggambarkan para petani yang sedang panen padi di sawah dengan memakai ani-ani. Tari Pagellu ditarikan oelh kaum wanita, dengan diiringi irama gendang yang ditabuh oleh kaum laki-laki.

b.    Tari Cakalele
Tari Cakalele berasal dari Minahasa. Tari ini diciptakan untuk mengenang kemenangan pada saat menghadapi Portugis. Tari Cakalele merupakan tarian kebesaran yang diperlihatkan para prajurit seusai perang. Tata tias maupun tata busana yang dikenakan terkesan seram. Membawa pedang, kostum berwarna merah, tubuh dililit bulu-bulu ayam hutan berwarna merah, dileher tergantung kalung berliontin kerangka kepala monyet yang emlambangkan kecepaten meloncat. Sekarang tarian Cakalele berfungsi sebagai penyambut tamu.
c.    Tari Masale
Tari Masale berasal dari Sulawesi utara. Gerakan tari Masale diambil dari gerakan beladiri pencak silat. Misalnya loncatan yang cepat diserti loncatan tubuh yang terkesan kuat tetapi riangan.

2.    Ciri-ciri tari daerah Sumatra
Sumatra memiliki berbagai macam bentuk seni tari daerah. Tari daerah tersebut dipengaruhi oleh budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda pula.
a.    Sumatra Barat
Ciri-ciri daerah Sumatra Barat adalah geraknya maknawi, sederhana, banyak menggunakan gerak tangan denga jari-jari yang membuka, patah-patah menyiku, nampak berat dan kuat. Badan turun naik dan memutar. Tarian banyak diperankan secara berpasangan dan kelompok.
b.    Sumatra Selatan
Ciri gerak tarinya dipengaruhi ragam tari klasik dari kerajaan Sriwijaya. Contohnya tari Genta Shiwa. Gerakannya lincah, membawa cawan berisi lilin, bedan merendah langkahnya melenggang membawa lilin.
c.    Sumatra Utara
Tari Sumatra Utara banyak yang termasuk jenis tari pergaulan yang ditarikan secara berpasangan. Geraknya lincah, ringan, dinamis dan sangat energik. Tangan melengggang, kaki meloncat-loncat seperti tari Serampang Dua Belas. Contoh : tari Tor-tor Pandungo Dungoi. Jari- jari tangan merapat, gerak turun naik memutar sedikit menunduk dan lincah.
d.    Nanggroe Aceh Darusalam
Tari di daerah ini diperagakan dengan lincah luwes dan ringan. Ciri seperti ini juga diikuti dengan kekompakan gerak yang disertai tepuk tangan, petikan jari, dan tepukan rebana kecil. Contoh tari daerah NAD adalah tari Zapin, tari Saman dan tari Seudati.
e.    Jambi/Riau
Daerah Jambi dan Riau mempunyai bentuk tari yang hampir sama, dengan gerakan cepat, lincah dan dinamis. Bentuk tarian di daerah ini dipengaruhi oleh budaya Melayu gerakannya rampak dengan loncatan dan putaran badan yang disertai liukan tubuh. Tarian ini di tarikan oleh putra maupun putri. Contoh : Tari Zarra Zapin dan tari Menapak Fajar.

Hasil gambar untuk tari sumatera utara

 Tari Tor tor                                                     Tari Saman




Tari Seudati Hasil gambar untuk tari seudati aceh




Daftar Aplikasi Paytren Klik Gambar di atas




3.    Kalimantan
Gerak tari Kalimantan Timur lincah, bersemangat, tegas dan dilakukan secara berpasangan. Gerak tari Kalimantan Tengah dinamis imitatif. Gerakan tari ini mengandung makna permohonan, perlindungan dan harapan. Gerak tari Kalimantan Barat berkesan spontan, ekspresif, kontinyu tapi tiba-tiba menghentak dengan disertai lengkungan. Kekompakan gerak sangat diperhatikan untuk memberi kesan kokoh dan kuat.
Contoh :
a.    Tari Hudoq
Tari Hudoq berasal dari suku Dayak bahau dan Modang di Kalimantan Timur. Tari Hudoq ditarikan oleh laki-laki yang memakai topeng seram dan baju rumbai-rumbai dari daun pisang. Topeng tersebut bertujuan untuk menghalau hama dan roh jahat dalam keberhasilan panen. Hudoq merupakan tarian ritual suku dayak yang dilakukan saat akan memulai  masa tanam padi, membersihkan desa (nguyu tahun), dan merayakan masa panen. Ritual ini dimaksudkan untuk memperoleh panen yang baik, desa yang sejahtera, ; serta mengucapkan rasa terima kasih atas keberhasilan panen. Biasanya, tarian ini dilakukan di tanah lapang, di halaman rumah panjang, atau di serambi panjang (usei) dan berlangsung selama 1 jam sampai 1 hari.
Hudoq dipimpin oleh seorang pawang. Ia akan memberi sesaji kepada dewi padi dan Po' Matau, sang pencipta alam semesta. Setelah itu, ia akan memanggil roh-roh yang berdiam di alam untuk masuk ke tubuh para penari. Selama kerasukan, para penari akan menari-nari mengikuti irama musik. Roh-roh yang merasuki ini diminta; untuk memelihara tanaman, mengusir hama, dan menjaga desa. Setelah tarian selesai pawang akan meminta roh-roh ini untuk kembali ke tempatnya semula.
 Hasil gambar untuk tari hudoq 
  Tari Hudog                                                    Tari Gantar

Ada 2   macam   hudoq, hudoq Dayak Bahau dan Modang dan hudoq Dayak Kenyah (hudoq kita). Perbedaannya terletak pada  jumlah penari, pakaian dan topeng yang dlkenakan, serta musik yang mengiringinya. Pada hudoq Bahau dan Modang terdapat 11 penari. Mereka mengenakan topeng kayu yang dlpahat menyerupal binatangt pengganggu dan binatang buas.
Pakaiannya terbuat  dari kullt kayu dengan dilapisi daun daun pisang kering yang seperti rumbai-rumbai. Mereka ,juga memakai topi bulu burung dan tameng kayu. Selama
menari mereka diiringi gong dan tubun , gendang kecil dari kulit kadal yang dikat dengan rotan.
Hudoq kita, memakai pakaian lengan panjang dan sarung. Mereka memlllki 2 jenls topeng. Pertama, 2 buah topeng manusia (laki-laki dan perempuan) darl kayu yang dipakal oleh 2 orang laki-laki. Sedangkan yang ke dua adalah topeng berbentuk kotak dengan hiasan manik manik pada bagian wajahnya yang merupakan simbol dewi padi, lumlah penari yang memakai topeng dewi padi ini, yang merupakan media roh,tidak dibatasi. Para Penari ini diiringi dengan gong dan sampe, sejenis kecapi dengan 3 senar.
b.    Tari Garah Rahwana
Tarian ini diangkat dari wayang orang.  Gerak penari laki-laki cepat, melompat-lompat. Gerak penari putri badan sering memutar, lincah, cepat, sangat energik dan ada gerak getaran pada bahu.

4.    Ciri-ciri tari daerah Indonesia Timur
Tari daerah Indonesia Timur sangat ekspresif dan banyak menggunakan gerak-gerak maknawi. Penampilannya dilakukan secara bersama, membentuk formasi gerak melingkar, berbanjar dan loncatan kaki terkesan kuat (bagi penari laki-laki ) dengan gerak tangn melenggang dan mengayun. Posisi badan condong ke depan.
Contoh :
a.    Tari Tifa
Tari Tifa berasal dari Maluku Tenggara, bersifat gembira dan dipertunjukan untuk penyambutan tamu. Sebagai ungkapan rasa syukur yang disampaikan melalui syair.
b.    Tari Naikonos
Tari Naikonos berasal dari pulau Timor Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Tarian ini disajikan sebagai ungkapan kegembiraan dalam menyambut tamu pada acara pernikahan. Juga sebagai ungkapan kemenangan pada waktu menyambut kedatangan para pejuang. Tari ini ditampilakan dengan gerak yang dinamis dan energik.
c.    Tari Penobatan Kepala Suku Lani
Suku Lani merupakan salah satu suku asli tanah Papua yang mendiami kabupaten Puncak Jaya bagian pegunungan tengah. Pada saat penobatan kepala suku tarian penobatan ditampilkan. Tari penobatan iringan musiknya menggunakan memekai, yaitu alat musik petik tradisional suku Lani, yang digabung dengan beberapa alat musik modern disertai alunan lagu daerah.
Hasil gambar untuk tari tifa       Tari Tifa

5.    Ciri-ciri tari daerah Pulau Jawa
a.    Jawa Timur
Tari daerah Jawa Timur memiliki ragam gerak yang tegas, berwibawa, pandangan mata tajam, gerak tangan patah-patah, langkah kaki menapak kuat (contoh : Tari Ngremo dan Tari Beskalan). Selain tari Ngremo dan Beskalan ada tari Gandrung Banyuwangen. Ragam gerak tari ini lincah, keras, dan erotis.
b.    Jawa Barat.
Tari Sunda gerakannya lincah, energis dan erotik. Gerakan pinggul dan pangkal bahu menjadi daya tarik yang kuat. Langkah kakinya cepat dan ringan (untuk penari putri). Contohnya : Tari Ketuk Tilu dan Tari Jaipongan. Kedua tari tersebut termasuk dalam tari pergaulan. Sedangkan gerakan untuk penari putra banyak menggunakan gerakan pencak silat.
Di daerah Betawi gerak penari putrinya lincah, dengan lenggak lenggok badan dan ayunan serta seblakan selendangnya yang sangat khas. Di Cirebon gerak tarinya berkesan patah-patah dan lincah mengalun dengan menggunakan topeng.
c.    Jawa Tengah
Tari daerah Jawa tengah terbagi menjadi 2 yaitu gaya Surakarta dan gaya Yogyakarta. Gaya Surakarta ragam geraknya dinamis dan lebih komunikatif. Sedangkan gaya Yogyakarta ragam geraknya terkesan kaku, angkuh dan berwibawa.
Perbedaan 2 gaya tersebut terletak pada langkah kaki, tekukan pergelangan tangan, tolehan kepala, gerakan bahu, dan gerakan badan. Hal itu tampak dalam tari Bedaya Ketawang dan Bedaya Semang).
Untuk peragaan tari kerakyatan tidak begitu tampak perbedaannya. Karena pendukungnya berasal dari masyarakat dari kalangan biasa. Jadi gerakannya  lebih variatif. Contoh : tari Jumengglung, tari Kuda Kepang, tari Banyumasan, tari Tayuban, tari Kethek Ogleng.

 B. TARI BERPASANGAN DAN TARI KELOMPOK
Sebelum kita bahas mengenahi tari berpasangan dan tari kelompok, perlu kita mengetahui pengertian dan unsur-unsur seni tari. Seni adalah hasil cipta menusia yang mengandung unsur-unsur keindahan, kelembutan dan pesona. Sedangkan yang dimaksud seni tari adalah ekspresi jiwa manusia melalui gerak yang ritmis, teratur dan indah.

Hasil gambar untuk tari berpasangan dari jawa tengah  Hasil gambar untuk tari berpasangan dari jawa tengah Hasil gambar untuk tari berpasangan dari jawa tengah     Tari Berpasangan

Unsur-unsur tari meliputi : gerak, iringan, ritme, tema, tata rias dan busana., ruang pentas.
a.    Gerak
Gerak adalah tingkah laku dari anggota tubuh. Gerak merupakan unsur pokok dalam tari. Timbulnya gerak, harus ada kekuatan yang mampu mengubah suatu sikap dari anggota tubuh. Pengungkapan gerak merupakan unsur dasar tari yang tidak dapat lepas dari aspek-aspek :
a.    Tenaga yaitu kemampuan melakukan gerak untuk mewujudkan emosi/greget.
b.    Ruang yaitu penguasaan tempat gerak dengan lintasan gerak yang sesuai dengan peran yang dimainkan.
c.    Waktu yaitu cepat atau lambatnya gerak yang harus dilakukan oleh penari untuk menyelaraskan dengan iringan.
 b.    Iringan
Iringan adalah bunyi-bunyian yang dapat menimbulkan irama tertentu/ritme yang selaras dengan gerak tari.
c.    Ritme
Ritme adalah irama tertentu yang memberikan rasa dinamis dan hidup. Dengan adanya irama seni tari akan tampak hidup.

d.    Tema
Tema adalah gagasan yang diungkapkan melalui gerak. Tema dalam seni tari dapat dipahami malalui ungkapan gerak yang dirangkai dalam penampilan tari. Tema tari anatara lain :
     1).    Pergaulan : keakrapan dan kebersamaan.
       Contoh : tari Maengket dari Sulawesi, tari tayuban dari Jawa Tengah
     2).    Erotik : berisi  percintaan atau kasmaran.
     Contoh : Tari Gatutkaca Gandrung, Karonsih (dari Jawa Tengah)
     3).    Gembira : kegembiraan.
     Contoh : tari Payung (dari Melayu), Tari Serampang Dua Belas (dari Sumatra)
     4).    Heroik : kepahlawanan
     Contoh : tari perang dari Irian Jaya, Tari Wiranata dari Bali, tari satria (dari Jawa Tengah).
     5).    Imitatif : pantomim.
        Imitatif atau pantomim merupakan bentuk tarian yang mengambil cerita atau kisah dalam   keseharian. Contoh : tari nelayan, tari kupu-kupu, tari pemburu kijang.

e.    Tata Rias dan Busana
Tata rias dan busana merupakan pendukung yang harus ada karena akan memberikan keindahan sesuai dengan perwatakan karakter tari. Rias wajah untuk menari sangat berbeda dengan rias sehari-hari. Rias dalam tari harus sesuai dengan karakter masing-masing tokoh yang diperankan.
Busana atau kostum dalam tari disesuaikan dengan peran yang dibawakan. Untuk tari kreasi baru tata busana tidak terikat dan yang penting selaras dengan tema yang disajikan.
Fungsi tata rias dan busana :
1).    Menambah keindahan penampilan
2).    Membedakan peran dan tokoh
3).    Menghidupkan perwatakan penari di dalam peranannya
4).    Membantu gerak tari

f.     Ruang pentas.

Ruang pentas adalah panggung/tempat yang digunakan untuk menampilkan sajian tari. Untuk pelaksanaannya pementasan tari dapat dilakukan di dalam ruang tertutup ataupun ruang terbuka.

C. BENTUK PENYAJIAN TARI
Bentuk penyajian tari dibedakan berdasar jumlah penari sewaktu dipentaskan, yaitu : tari  tunggal, tari berpasangan dan tari kelompok.
1.    Tari tunggal
Yang dimaksud tari tunggal bentuk penyajian tari yang dilakukan oleh seorang penari, baik penari perempuan maupun laki-laki. Tari tunggal, penarinya harus :
*     Lebih peka terhadap iringan tari
*    Lebih dapat bisa mengekspresikan tari yang dibawakan
*     Mempunyai kemampuan dan lebih trampil dalam olah gerak
*     Dapat mengisi ruang pentas (menguasai panggung)

2.    Tari berpasangan
Adalah bentuk penyajian tari yang ditarikan secara berpasang-pasangan. Baik dilakukan laki-laki dengan perempuan, perempuan dengan perempuan maupun laki-laki dengan laki-laki. Kedua penari harus ada keselarasan gerak dengan pasangannya. Gerakan kedua penari harus saling mengisi dan melengkapi, dan terdapat interaksi, serta ada respon gerak, sehingga akan terkesan dinamis. Dalam tari berpasangan dibutuhkan kerjasama yang baik.
Contoh tari berpasangan :
*     Karonsih, Srikandi Mustakaweni, Srikandi Suradiwati, Enggar-enggar, Srikandi Burisrawa (dari
Jawa Tengah)
*     Tari Oleg Tambulilingan dari Bali
*     Tari Cokek dari Jakarta
*     Tari Payung dari Melayu
*     Tari Pisau Surit dari Batak Karo
*     Tari Gale-Gale dari Irian Jaya

3.    Tari Kelompok
Tari kelompok merupakan bentuk penyajian tari yang ditarikan oleh tiga orang atau lebih. Tari kelompok memerlukan kerjasama yang lebih baik lagi dibandingkan dengan tari berpasangan. Keserempakan gerak dan permainan  komposisi sangat menentukan keberhasilan tari. Dalam tari kelompok atau masal ada konfigurasi yang bila dilakukan dengan benar akan tampak hidup menarik. Tari kelompok dalam penyajiannya ada yang berdialog dan ada yang tidak menggunakan dialog.

Tari tidak berdialog.
Contohnya : Tari Serimpi dari Jawa Tengah, Tari Bedaya Semang dari Yogyakarta, Tari Bedaya Ketawang dari Surakarta, Tari Kecak dan Janger dari Bali.

Tari kelompok berdialog
Tari berdialog adalah bentuk tarian yang dalam penyajiannya menggunakan dialog untuk memperjelas makna sebuah tarian kepada penonton. Dialog ini ada yang menggunakan bahasa dan ada yang menggunakan tembang. Contoh tari berdialog : drama tari. Drama tari adalah pertunjukan drama yang diungkapkan dalam bentuk gerak tari-tarian serta percakapan atau tembang Jawa.
Contoh :
-     Langendriya (dari Surakarta), dialognya menggunakan tembang
-     Wayang orang (dari Jawa Tengah), dialognya menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Jawa.
-     Malinkundang dari Sumatra barat
-     Longser, Sangkuriang dari Jawa Barat
-     Raket dari Banten
Dalam penggarapannya tari berpasangan maupun tari kelompok sama dengan tari tunggal. Ada rangkaian gerak maknawi dan murni, rias busananya disesuaikan dengan karakter tari. Dalam tari berpasangan dan tari kelompok bentuk penyajiannya memiliki unsur interaksi gerak yang saling melengkapi, saling mengisi dan saling merespon antara individu penari dengan pasangan atau kelompoknya. Tari berpasangan dan kelompok dapat mengambil kepahlawanan, percintaan, maupun kegembiraan.
Tari berpasangan maupun kelompok yang bertema kepahlawanan terdapat unsur gerak perang. Dalam tari dengan tema percintaan terdapat unsur-unsur gerak yang saling mengisi dan saling melengkapi dengan pasangannya. Untuk menampilkan karakter dalam tari berpasangan dan kelompok dibutuhkan pendalaman isi gerak dan ekspresi yang baik. Para penari perlu mengetahui ragam gerak dan aneka warna ekspresi serta jenis yang mana yang digunakan dalam tarian yang akan dipertunjukkan. Ini dimaksud agar dalam pementasan nanti tampak kompak dan serasi.
Pola lantai tari berpasangan dan kelompok dapat dibuat bervariasi dengan beragam formasi. Adanya interaksi gerak antar penari membuat pola lantainya dapat dibuat lebih banyak. Contoh pola lantai tari berpasangan dan tari kelompok.



sumber : Buku BKS Seni Budaya SMP Kab. Temanggung Kls VIII
           selengkapnya buku Seni budaya kelas VIII download disini











1 comment:

  1. Semangat mind kembang Budaya indonesia dan populerkan.

    ReplyDelete